Caleg Stres, Ini Solusinya !

 

imagesPemilu untuk memilih wakil rakyat sudah selesai digelar, jerih payah para caleg (calon legislatif) dalam meraup suara sebanyak-banyaknya tinggal menunggu hasil, tentunya ada yang berhasil menjadi wakil rakyat, namun tak sedikit pula yang gagal. Harus diakui bahwa pesta demokrasi ini sangat menguras energi dan perhatian para politisi yang menaruh harapan dan impian indah dibalik hasil perhitungan suara. Continue reading

By studipemikiranislam Posted in Politik

Sekularisme dan Aliran Sesat

 

BEBERAPA waktu ini umat Islam dikagetkan dengan kasus Nabi palsu, Cecep seorang pemuda yang tinggal di daerah Bandung –yang dikenal sebagai kota pendidikan– mengaku sebagai Rasul, ironisnya lagi menurut beberapa media dia sudah memiliki beberapa pengikut.

Meski Cecep telah diproses pihak berwenang dan mengakui kesalahan, namun tidak menutup kemungkinan akan muncul kembali kasus serupa, apalagi kini era kebebasan yang semakin menggila. Di sisi lain umat Islam tidak pernah lupa kasus aliran sesat Ahmadiyyah beberapa tahun lalu, yang sempat menguras energi berbagai pihak untuk menyelesaikannya, walaupun hingga kini perkembangan kasusnya hilang entah kemana.

Berbagai pertanyaan menyeruak dibenak kita, mengapa bisa umat Islam lagi-lagi ditimpa fitnah? Ada apa dengan akidah umat ini? Apakah sudah sebegitu lemahnya akidah umat ini? Dan tentunya berbagai pertanyaan-pertanyaan lainya, yang intinya mempertanyakan penyebab utama mengapa kasus aliran sesat ini kian marak dan terus terjadi. Continue reading

Tragedi Sekularisme di Bulan Maret

490x326xabdul_hamid_ii_1908-490x326.jpg.pagespeed.ic.4dPhL-IAFC

 

Refleksi Keruntuhan Sang Adidaya & Upaya Mengembalikan Peradaban Islam

BULAN Maret ini merupakan bulan penting yang mesti diingat umat Islam. Semenjak 3 Maret 1924 (28 Rajab 1342), sekularisme dipaksakan pada dunia Islam. Ketika itu Khilafah Islamiyah dihapus oleh Mustafa Kemal, seorang keturunan Yahudi, sekaligus agen Inggris, demikian menurut beberapa sumber (Lord Kinross, Ataturk, The Rebirth of a Nation, 1965). Akibatnya umat Islam tidak lagi memiliki institusi politik yang sanggup menyatukan umat diseluruh dunia. Umat Islam tercerai berai menjadi lebih dari serpihan 50 negara bangsa yang lemah. Continue reading

By studipemikiranislam Posted in Sejarah

Rekontruksi Terminologi Islam Sesuai al-Quran Non Liberal

 

KABAR terbaru menyebutkan dari jumlah penduduk dunia yang berjumlah seitar 7.021.836.029,  22.43% adalah pemeluk Islam. Ini menunjukkan bahwa Islam menjadi agama tercepat yang berkembang di dunia.

ShalatMenulis perkembangan ini, sesungguhnya  Islam merupakan agama kunci di era modern kini.  Namun, jika ditanya apa itu Islam? Maka tertentu beragam jawaban mungkin bisa terlontar. Continue reading

Materi JICMI (Jakarta International Conference of Muslim Intellectuals) 2013

1502830_185643474971769_984597035_o-300x200

Materi Presentasi Keynote Speech JICMI 2013 Hari ke -1

Hari pertama konferensi dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 Desember 2013 di Wisma Makara Universitas Indonesia, Depok. Jumlah peserta kurang lebih 200 intelektual (Professor, Doktor, dan Master)

Berikut ini materi presentasi keynote speech dan closing statement JICMI 2013 pada hari pertama: Continue reading

Telaah Kritis Berbagai Pendekatan Studi Islam

 

Definisi Pendekatan dan Metodologi Studi Islam

oxford-centre-for-islamic-studies.499.363.sPendekatan di sini adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama. Sedangkan metode dipahami lebih sempit dari pendekatan. Metode memiliki arti cara atau jalan yang dipilih dalam upaya memahami sesuatu. Dalam hal ini, memahami ajaran agama yang bersumber dari Alquran dan Hadits.[1]

Sementara Hamid Fahmi Zarkasyi, seorang intelektual ISID Gontor, berpandangan bahwa Metodologi Studi Islam adalah pendekatan (approach) atau kerangka kerja (framework) dalam memahami atau mengkaji Islam. Metodologi pengkajian bukan hanya metode pengajaran (tariqat al-tadris atau tariqat al-ta’lim) atau cara penyampaian suatu materi atau obyek agar dapat dipahami murid atau mahasiswa. Metodologi lebih tepat dipahami sebagai manhaj al-fikri atau manhaj al-dirasah yang tercermin di dalam struktur silabus dan kandungan masing-masing mata kuliah.[2] Continue reading